Showing posts with label Umes Boy. Show all posts
Showing posts with label Umes Boy. Show all posts

03 May 2011

Childhood Memories

Siapa sih, yang ngga pernah jadi anak-anak? Pasti, sebagian besar dari anda yang membaca post ini, sudah pernah menjadi anak-anak.

Pastinya anda semua memiliki kenangan masa kecil, kan? Sesuai judul postingan gue kali ini : "Childhood Memories", gue mau ngebahas tentang kenangan masa kecil gue.

Apa itu kenangan masa kecil (Childhood Memory)?

Pertanyaan di atas adalah salah satu contoh dari pertanyaan bodoh. Seluruh umat manusia di Bumi, pasti tau dan punya kenangan masa kecil. Mata kita berfungsi sebagai kamera, yang merekam segala sesuatu yang kita liat. Hasil rekamannya dikirim ke otak, yang memproses, dan mengunduh sebagian dari rekaman tersebut. Biarpun tidak terlalu jelas, sebenarnya kita masih punya rekaman masa kecil kita di dalam otak. Bagaimana cara kita melihat rekaman itu?

Itulah gunanya mimpi. Kalian pasti pernah mimpi, kan? Kebanyakan mimpi yang kisa saksikan, berasal dari rekaman segala sesuatu yang kita lihat. Kecuali mimpi basah, yang merupakan visualisasi dari segala hal tabu yang semua laki-laki bayangkan. Semakin tua umur seseorang, semakin sedikit yang dia ingat tentang masa kecilnya.

Kecuali gue...

Apa sih kenangan masa kecil yang paling membekas di benak "UmesBoy"?


"UmesBoy"(yang pake baju putih) di masa kecilnya. Ngegemesin yaa?

Aaah, lucu fotonyaaa :3
Oke, back to the topic...
Kalo ada orang yang nanya, "Apa sih kenangan masa kecil yang paling membekas di benak "UmesBoy"?", gue bakal jawab, "Ketumpahan air panas di badan". Iya, air panas yang mendidih. Mau tau ceritanya? Gini lho...

Tau kan, dulu itu ngga ada dispenser. Tau dispenser, kan? Itu lhoo, yang buat air panas (norak kalo ngga tau --"). Jadi, kalo tiap mau bikin minuman/makanan yang memerlukan air panas, kita mesti ngerebus air dulu. Waktu itu, gue inget nyokap gue mau bikinin gue susu. Beliau ngerebus air panasnya dulu. Sambil nunggu air panasnya ngegolak, beliau masukkin susunya ke botol (umur gue 2 tahun waktu itu).

Akhirnya gue dateng. Karena rasa penasaran yang teramat sangat besar sekali (maklum, namanya juga dede bayi), gue ngedorong kursi, hendak memandang apa yang direbus sama nyokap gue waktu itu. Pas naik, gue (dengan polosnya) megang bibir panci tersebut. Sambil menahan rasa sakit, juga panas yang menyengat telapak tangan gue, gue ngejerit sekenceng-kencengnya. Gue jatoh, kepleset dari atas kursi yang setinggi lutut orang dewasa. Badan gue yang kecil mungil, tersungkur di atas lantai, disusul dengan jatuhnya panci yang berisi air panas yang mendidih.

Karena posisi jatoh gue terlentang, air panas tersebut langsung mengguyur badan gue. Badan gue udah kayak kukusan udang yang jatoh ke lantai, terus disiram air panas. Badan gue merah, dan berasap. Gue mencoba menahan sakit, dengan menjerit sekeras-kerasnya...

Karena ngga ada pertolongan yang datang, gue akhirnya diam...
Diam sambil menahan rasa panas yang menyengat...
Badan gue kayak dijejelin arang yang baru dibakar, kulit gue kayak lagi dikupas pelan-pelan...

Akhirnya bokap gue dateng, dan (dengan bodohnya) ngeguyur gue pake air, dan (dengan bodohnya (lagi --")), ngebekep gue pake handuk basah.

Singkat cerita, gue dibawa bonyok gue ke klinik terdekat. Gue dikasih salep anti luka bakar (anti luka bakar? gue baru aja dapet luka bakar, coy!). Selama kurang lebih 2 bulan, gue diolesin salep itu setiap abis mandi. Kalian tau rasanya? Rasanya kayak es batu, yang ditaroh di telapak kaki, terus diusep-usep. Dingin-dingin basah gitu, deh.

Kesimpulannya : Jangan "fudul" sama air panas yang lagi direbus. Apalagi kalau anda adalah seorang balita yang berusia 2 tahun. Air panas yang mendidih, bisa melampiaskan amarahnya ke kita. Kalian tau kan, banyak orang yang mati, karena keseduh air panas?

Oiya, kalau salah satu dari kalian yang melihat bercak putih di kulit saya, itu bukan panu. Saya ulangi, ITU BUKAN PANU, tapi bekas luka bakar waktu ituu..  ToT

02 May 2011

My Name Is "Fiqar", Not "Fikar"!

Ditinjau dari judulnya, sudah jelas terlihat bahwa postingan kali ini, mengenai diskriminasi. Iya, diskriminasi! Suatu ketidak adilan yang menimpa hidup gue.

Bagi kebanyakan orang, kesalahan dalam penulisan namanya, dianggap sesuatu yang tidak penting. Hanya masalah kecil yang tidak besar pengaruhnya. Itu menurut persepsi orang awam.

Sebenarnya, kesalahan penulisan nama seseorang, pengaruhnya besar sekali, dan dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani oleh ahlinya. Bayangkan, apabila anda mengikuti tes PNS. Pada kartu peserta, tertulis "Aryo Mangunkusumoditohardjo", namun nama anda yang sebenarnya "Ario Mangunkusumoditohardjo". Apa yang anda rasakan? Pastinya ada yang bergejolak di dalam diri anda. Anda merasa ingin marah, tetapi tidak tahu harus marah ke siapa.

Itu yang gue rasain selama ini. Sejak SD, sampe saat ini, banyak orang yang salah nulisin nama gue. Ada yang nulis "Muhammad Zulfiqar Praseno", ada yang nulis "Muhammad Dzulfikar Praseno", dan yang paling parah "Muhammad Zulfikar Praseno"! Biarpun hampir sama, tapi bedanya keliatan banget. Bagaikan Bumi dan Langit, Surga dan Neraka, Sendok dan Garpu.

Mungkin kalian semua yang membaca postingan ini, merasa bingung, dan heran sama gue. Mungkin kalian ngerasa apa yang gue ketik selama 22 menit ini, ngga penting. Mungkin kalian ngerasa kalo gue terlalu ngegede-gedein masalah kecil.
Tapi itu semua tergantung persepsi masing-masing individu, dan persepsi gue beda dengan kalian, guys...

Kesimpulannya : Jangan panggil gue "Fikar"!

01 May 2011

Insomnia

Insomnia, itu yang menjadi salah satu alasan mengapa gue mem-postkan post ini.

Apa itu Insomnia?

Berikut yang berhasil gue kutip dari Wikipedia: "Insomnia adalah suatu gejala kesehatan yang berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun".

Menurut gue pribadi, penyebab Insomnia itu banyak. Selain ketergantungan terhadap obat tidur, lingkungan sekitar tempat tidur yang tidak memadai, menjadi penyebab utama seseorang mengalami Insomnia.Contohnya, orang yang takut kegelapan, bakal susah tidur kalau ada di ruangan yang gelap dan tertutup rapat (manusia biasa juga susah tidur di ruangan yang tertutup rapat --"), orang yang ngga kuat dingin, bakal susah tidur di ruangan berAC (bacanya ber-ase, bukan berac).

Kenapa gue Insomnia?

Mungkin ini ngga terlalu penting buat dibahas, tapi bakal gue bahas biar kalian semua ngga penasaran. Gue, sebagai remaja yang aktif berperan di dunia maya, susah disconnect kalo udah connect. Ibarat balok Lego, kalo diolesin lem Power Glue sebelum dipasang, pasti bakal susah kan, ngelepasinnya? Gue itu balok yang satu, dunia maya itu balok yang lainnya, dan koneksi internetlah yang perperan "mengelem" kami berdua.
Lalu kenapa gue Insomnia?
Sudah jelas dijelaskan di atas, kalo gue udah connect, pasti susah disconnectnya. Gue udah nyoba berbagai cara buat ngilangin kebiasaan buruk gue yang satu ini. Gue udah nyoba ngumpetin modem gue, tetep aja ketemu. Gue udah nyoba ngumpetin netbook gue, hasilnya nihil juga. Akhirnya gue "terpaksa" connect ke Internet hampir tiap hari.
Internet itu bagaikan Oksigen bagi paru-paru gue, bensin bagi kendaraan bermotor, rumput bagi hewan ternak. Tanpanya, gue ngga bisa ngejalanin hidup gue dengan normal. Gairah, hasrat, dan semangat gue buat hidup perlahan mulai berkurang, dan akhirnya mati.

Demikian postingan kedua gue di Blog ini. Dikarenakan rasa ngantuk yang menyengat ulu hati saya, saya (benar-benar) terpaksa harus disconnect modem ini. Selamat malam dunia, selamat malam internet...
May the Force be with you...

Kesimpulannya : Pikiran saya sedang kacau malam ini. Liat deh Post Titlenya, "Insomnia" tapi ujung-ujungnya ngebahas Internet. Hoahm...

Early Life of Muhammad Dzulfiqar Praseno

Oke, postingan pertama gue
Seperti kebanyakan Blogger yang lain, gue mau nyeritain sedikit tentang diri gue sendiri, hidup gue, lingkungan gue, dan segala sesuatu yang ada sangkut-pautnya dengan hidup gue.

Pertama-tama, gue mau cerita tentang gue dulu.

Banyak yang bilang gue ini pinter, tampangnya jenius, ganteng (tampan, secara harfiah), juga sombong. Sayangnya, kebanyakan orang yang bilang begitu adalah orang yang belum ngenal gue dengan baik.
Berbeda dengan orang yang kenal gue dengan baik. Mereka pasti nganggep gue unik, aneh (freak, bahasa gaulnya), suka main-main, ngga pernah serius, humoris (berdasaran survey), dan sebagian besar dari mereka berpendapat kalo gue bolot, lemot, geje, dan lain-lain...

Sebenernya ngga semua pendapat di atas bernilai benar. Gue ngga sombong. Sebenernya gue ini cowok yang pemalu, karena secara astrologis, pria yang memiliki zodiak Virgo, memiliki sifat pemalu. Maka dari itu, gue susah buat dapet banyak temen.

Gue juga ngga terlalu setuju kalo dibilang pinter. Tapi gue pengen jadi pinter! Mungkin orang menlai gue pinter karena pake kacamata. Apakah semua laki-laki di bumi yang berkacamata itu pinter? Tingkat kecerdasan gue masih di bawah rata-rata remaja yang seumuran dengan gue. Walaupun IQ gue cukup tinggi (140, hehe..), gue tetep susah menyerap pelajaran, dan menuangkan hasil serapannya ke atas lembar jawaban pada saat ujian.

Sekarang tentang "ganteng". Iya, "ganteng". Sampe sekarang gue ngga percaya kalo banyak orang yang bilang gue "ganteng". Mungkin mereka bilang gue "ganteng", cuma buat kamuflase, atau sebagai kata ganti "jelek". Iya, gue ngga terlalu ganteng. Banyak yang bilang kalo semua laki-laki itu ganteng, dan sampai sekarang banyak laki-laki yang bewajah pas-pasan memegang teguh prinsip tersebut. Biarpun gue ngga seganteng cowok-cowok ganteng, gue tetep bersyukur karena udah dikasih wajah yang berfungsi dengan sebagaimana mestinya.

Udah ah, segini dulu. Nanti pasti bakal gue sambung di post berikutnya, karena belum sampai di sini perjuangan gue untuk bertahan hidup sendirian, di dalam dunia yang dingin, gelap, dan lembab.

Kesimpulannya : Karena ini postingan awal dari sebuah Blog baru yang dibuat oleh Blogger yang amatir, jadi mohon dimaklumi apabila isinya terlalu belibet, acak-acakan, dan amburadul. Kepada para pembaca yang sudah mengorbankan waktu luangnya untuk membaca isi blog saya, saya ucapkan terima kasih.